MONOGRAFI KABUPATEN KARIMUN

 

Kabupaten Karimun terletak di antara 0o 35’ Lintang Utara sampai dengan 1o 10’ Lintang Utara dan 103o 30’ Bujur Timur sampai dengan 104o Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Karimun terdiri atas daratan dan perairan, yang secara keseluruhan kurang lebih seluas 7.984 Km2  yang terdiri dari dataran seluas 1.524 Kmdan perairan seluas 6.460 Km2.Kabupaten Karimun merupakan sebuah kabupaten kepulauan yang terdiri dari pulau besar dan kecil.Kabupaten Karimun saat ini terdiri dari 249 buah pulau, dimana semua pulau sudah bernama dan hanya sebanyak 54 pulau yang sudah berpenghuni (Data terakhir hasil verifikasi Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun).Dua pulau terbesar di wilayah ini yaitu Pulau Karimun dan Pulau Kundur menjadi sentra berbagai kegiatan ekonomi masyarakat dan juga pemukiman penduduk.

 

Wilayah Kabupaten Karimun berada di antara Kota Batam, Singapura, Malaysia, Kepulauan Riau dan Riau. Hal ini  menjadikan Karimun sebagai tempat yang sangat strategis terutama untuk berbagai kegiatan perekonomian.

 Utara        :   Selat Philip Singapura dan Semenanjung Malaysia

 Selatan    :   Kecamatan Kateman Kabupaten indragiri Hilir

 Barat        :Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti

 Timur       :   Kota Batam

 

Secara umum Kabupaten Karimun mempunyai karakteristik dataran yang datar dan landai dengan ketinggian antara 20 sampai 500 meter dari permukaan laut. Namun ada juga bagian yang berbukit-bukit dengan kemiringan sampai 40o. Kecamatan-kecamatan yang ada di Karimun ini juga mempunyai karakteristik yang hampir mirip. Di Karimun terdapat sebuah gunung yaitu Gunung Jantan dengan ketinggian 478 meter dan merupakan salah satu sumber mata air di Karimun. Dari hasil pemantauan Stasiun Meteorologi Tanjung Balai Karimun, selama tahun 2012 kelembaban udara rata-rata harian berkisar antara 80 dan 89 persen. Kelembaban udara minimum yaitu 54 persen terjadi di bulan Februari, sedangkan maksimun tertinggi mencapai 100 persen terjadi di bulan Januari, Maret, April, Mei, Juli, Agustus, September dan Desember.

Temperatur udara rata-rata berkisar 26,5C dan 28,2oC, dengan suhu minimum sebesar 22,0C di sepanjang tahun dan suhu maksimum tertinggi 35,6oC pada bulan MeiJumlah curah hujan terendah terjadi di bulan Februari, yaitu 41,0 mm sedangkan tertinggi terjadi di bulan Desember yaitu 567,8 mm. Jumlah hari hujan terbanyak yaitu selama 23 hari terjadi di bulan September.

 

Tabel 1.1 Jumlah Penduduk Kabupaten Karimun

No Kecamatan

Luas

(Km²)

Jumlah Penduduk

(Laki-laki )

Jumlah Penduduk

(Perempuan)

Jumlah Penduduk
1 Moro 1.166,8 10.708 9.982 20.690
2 Kundur 34,3 18.968 18.611 37.579
3 Karimun 21,7 32.560 30.849 62.409
4 Meral 80 25.898 23.604 49.502
5 Tebing 72 14.897 14.020 28.917
6 Buru 17,8 5.980 5.519 11.499
7 Kundur Utara 49,9 7.243 6.619 13.862
8 Kundur Barat 29,5 10.199 9.410 19.609
9 Durai 52 3.801 3.526 7.327
10 Meral Barat   7.831 7.091 14.850
11 Ungar   3.362 3.256 6.618
12 Belat   4.052 3.642 7.694
TOTAL   144.499 136.057 281.556

        Sumber : Bagian Pemerintahan Umum Setda

                       Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kab. Karimun

SEJARAH KABUPATEN KARIMUN

Dahulu, Karimun berada di bawah kekuasaan kerajaan Sriwijaya hingga keruntuhannya pada abad ke-13, dan pada masa itu pengaruh agama Budha mulai masuk. Hal ini dibuktikan dengan adanya Prasasti di Desa Pasir Panjang. Pada masa itu disebutkan Karimun sering dilalui kapal-kapal dagang hingga pengaruh Kerajaan Malaka (Islam) mulai masuk tahun 1414.

 

Pada tahun 1511 Malaka jatuh ke tangan Portugis, saat itu Sultan Mansyur Syah yang memerintah memberi larangan pada keturunan raja-raja untuk tinggal di Malaka, dan mendirikan kerajaan-kerajaan kecil, lalu muncullah kerajaan Indrasakti, Indrapura, Indragiri, dan Indrapuri. Sementara itu banyak rakyat Malaka yang tinggal berpencar di pulau-pulau yang berada di Kepulauan Riau termasuk Pulau Karimun. Sejak kejatuhan Malaka dan digantikan perannya oleh kerajaan Johor, Karimun dijadikan basis kekuatan angkatan laut untuk menentang Portugis sejak masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah I (1518-1521) hingga Sultan Ala Jala Abdul Jalil Ri’ayat Syah (1559-1591).

Pada kurun waktu 1722-1784, Karimun berada dalam kekuasaan Kerajaan Riau-Lingga dan pada masa itu daerah Karimun, terutama Kundur dikenal sebagai penghasil gambir dan penghasil tambang (seperti : timah, granit, dll) dan Karimun berkembang menjadi daerah perdagangan serta mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Raja Ali Haji.

 

Jauh sebelum ditandatanganinya Treaty of London, Kerajaan Riau-Lingga dan Kerajaan Melayu dilebur menjadi satu sehingga semakin kuat dengan wilayah kekuasaan meliputi Kepulauan Riau, daerah Johor dan Malaka (Malaysia), Singapura dan sebagian kecil wilayah Indragiri Hilir. Setelah Sultan Riau meninggal pada tahun 1911, Pemerintah Hindia Belanda menempatkan amir-amirnya sebagai District Thoarden untuk daerah yang besar dan Onder District Thoarden untuk daerah yang agak kecil. Pemerintah Hindia Belanda akhirnya menyatukan wilayah Riau-Lingga dengan Indragiri untuk dijadikan sebuah karesidenan yang dibagi menjadi 2 (dua) Afdelling, yaitu : Afdelling Tanjungpinang dan Afdelling Indragiri.

 

Berdasarkan Surat Keputusan delegasi Republik Indonesia, provinsi Sumatera Tengah tanggal 18 Mei 1950 No. 9/Deprt. menggabungkan diri ke dalam Republik Indonesia dan Kepulauan Riau diberi status daerah Otonom Tingkat II yang dikepalai oleh Bupati sebagai kepala daerah dengan membawahi 4 (empat) kawedanan sebagai berikut :

 

·         Kawedanan Tanjungpinang meliputi wilayah Kecamatan Bintan Selatan

·         Kawedanan Karimun meliputi wilayah Kecamatan Karimun, Kundur dan Moro

·         Kawedanan Lingga meliputi wilayah Kecamatan Lingga, Singkep dan Senayang

·         Kawedanan Pulau Tujuh meliputi wilayah Kecamatan Jemaja, Siantan, Midai, Serasan, Tambelan, Bunguran Barat dan Bunguran Timur

 

 

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan No. 26/K/1965 dengan mempedomani Instruksi Gubernur Riau tanggal 10 Februari 1964 No. 524/A/1964 dan Instruksi No. 16/V/1964 dan Surat Keputusan Gubernur Riau tanggal 9 Agustus 1964 No. UP/247/5/1965, tanggal 15 November 1965 No. UP/256/5/1965 menetapkan terhitung mulai 1 Januari 1966 semua daerah Administratif kawedanan dalam kabupaten Kepulauan Riau dihapuskan.

Pada tahun 1999, berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999 Kabupaten Kepulauan Riau dimekarkan menjadi 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Kepulauan Riau, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Natuna. Akhirnya, Karimun diresmikan sebagai kabupaten yang berdiri sendiri dengan terdiri dari 3 (tiga) wilayah kecamatan, 6 (enam) kelurahan, dan 24 (dua puluh empat) desa.

Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2001, Kabupaten Karimun dimekarkan menjadi 7 (tujuh) wilayah kecamatan dengan 19 (sembilan belas) kelurahan dan 25 (dua puluh lima) desa. Setelah itu Karimun mengalami pemekaran menjadi 9 kecamatan dengan 22 (duapuluh dua) kelurahan dan 32 (tigapuluh dua) desa.

 

Kemudian pada Tahun 2012, berdasarkan Perda No. 02 Tahun 2012, bulan Juli 2012, wilayah Kabupeten Karimun kembali mekar menjadi 12 (dua belas) kecamatan, dengan 42 (empat puluh dua) desa dan 29 (dua puluh sembilan) kelurahan

VISI DAN MISI KABUPATEN KARIMUN

Visi :

Visi pembangunan Kabupaten Karimun untuk jangka waktu 2011-2016 adalah sebagai berikut:

“Terwujudnya Kabupaten Karimun yang Maju dan Berdaya Saing Berlandaskan Iman dan Taqwa”

Misi :

 

Misi pembangunan Kabupaten Karimun untuk jangka waktu 2011-2016 adalah sebagai berikut:

 

·         Meningkatkan dan memeratakan ketersediaan infrastruktur daerah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan masyarakat;

·         Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya guna berlandaskan iman dan taqwa;

·         Mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi yang terpadu dengan ekonomi berbasis kerakyatan;

·         Memaksimalkan kualitas pelayanan publik; dan

·         Mengelola sumber daya kelautan dan pulau-pulau kecil secara terpadu dan berkelanjutan

 

Berdasarkan visi dan misi tersebut, Bupati Kabupaten Karimun mempunyai MOTTO sebagai berikut:

 

·         Kerja Amanah

·         Kerja Keras

·         Kerja Cerdas

 

4 (empat) Azam sebagai motor penggerak pembangunan yaitu:

 

·         Azam Peningkatan Iman dan Taqwa.

·         Azam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

·         Azam Pembangunan Ekonomi yang berdimensi Kerakyatan.

 

·         Azam Pengembangan Seni dan Budaya

VISI KABUPATEN KARIMUN

"TERWUJUDNYA KABUPATEN KARIMUN YANG MAJU  DAN BERDAYA SAING BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA "

MISI KABUPATEN KARIMUN

 

·         MENINGKATKAN DAN MEMERATAKAN KETERSEDIAAN INFRASTUKTUR DAERAH YANG DAPAT MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PELAYANAN MASYARAKAT

·         MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERDAYA GUNA BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA

·         MENGEMBANGKAN PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI YANG TERPADU DENGAN EKONOMI BERBASIS KERAKYATAN

·         MEMAKSIMALKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

 

·         MENGELOLA SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PULAU-PULAU KECIL SECARA TERPADU DAN BERKELANJUTAN

Hitam Adalah Ketenangan.
Kuning Adalah Kebesaran, Keagungan.
Putih Adalah Kesucian, Kebersihan
Hijau Adalah Ketaqwaan, Kesuburan, Kemakmuran.
Biru Adalah Kelembutan, Kedamaian.
Coklat Adalah Kekekalan, Keabadian.

 

·         Berbentuk Perisai adalah Masyarakat Kabupaten Karimun Siap Mempertahankan Wilayahnya.
Bersudut Lima Adalah Berlandaskan Pancasila.

·         Bintang Adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, Toleransi Beragama.

·         Padi Kapas, Padi Berjumlah 19 Dan Kapas Berjumlah 9 Merupakan Tanggal Berdirinya Kabupaten Karimun, 1900 Yang Melambangkan Kemakmuran, Kesejahteraan Masya rakat Karimun Tidak Kekurangan Sandang Pangannya.

·         Payung Dengan Lidih Payung Berjumlah Sepuluh Merupakan Kabupaten Karimun Pada Bulan 10 Yang Melambangkan Pemerintahan Yang Adil Dan Mengayomi Masyarakat.

·         Rantai Dengan Mata Rantai Berjumlah 12 Buah Merupakan Kabupaten Karimun Berdiri Pada Tanggal 12 adalah Persatuan.

·         Roda Gigi Berjumlah 9 Merupakan Kabupaten Karimun Berdiri Tahun 1999, Juga Mengartikan Pertambangan Dan Perindustrian.

·         Sampan Kolek Merupakan Daerah Bercirikan Bahari.

·         Terdiri Dari Tiga Pulau Yang Melambangkan Kabupaten Karimun Terdiri Dari Kepulauan. Diantaranya Tiga Buah Pulau Yang Besar.

·         Terdapat Tiga Gelombang Laut Yang Mengartikan Gelombang Laut Sebagai Sarana Transportasi, Gelombang Laut Sumberdaya Perikanan, Gelombang Laut Sumberdaya Perikanan Yang Melambangkan Bahwa Kabupaten Karimun Sebagai Daerah Maritim Pada Umumnya Lautan.

 

 

 

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan ridho-Nya jualah saat ini kita telah dapat membuka website resmi milik Pemerintah Kabupaten Karimun dengan alamat www.kab-karimun.go.id yang dimaksudkan untuk memperkenalkan Kabupaten Karimun, meliputi Kondisi Umum Kabupaten Karimun dan Potensi Unggulan Daerah, yang mana nantinya diharapkan dapat memacu kegiatan investasi di Kabupaten Karimun.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan turut berpartisipasi dalam peluncuran website ini. Kepada seluruh lapisan masyarakat dimana saja berada, kiranya dapat memberikan masukan, saran dan pendapat guna perbaikan dan penyempurnaan atas kekurangan-kekurangan yang ada pada website Pemerintah Daerah Kab.Karimun.

Semoga website ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Kabupaten Karimun

 

Bupati Karimun

 

H.Aunur Rafiq

PETA KAB KARIMUN
SOSIAL MEDIA
PENGUNJUNG
51734
TodayToday14
YesterdayYesterday274
This_WeekThis_Week14
This_MonthThis_Month5230
All_DaysAll_Days51734
Online

We have 46 guests and no members online

Please publish modules in offcanvas position.